![]() |
sumber gambar: https://ebooks.gramedia.com/ |
Layar Terkembang karya Sutan Takdir
Alisyahbana (STA) adalah novel yang pertama kali diterbitkan pada tahun 1936
oleh penerbit kolonial Balai Pustaka. Seperti kita ketahui, pada dekade
1920-an, semua bacaan yang beredar di masyarakat harus dibawah naungan Balai
Pustaka sebagai satu-satunya penerbit yang mempunyai hak menerbitkan dan
mengedarkan bahan bacaan masyarakat. Dengan asumsi bahwa bacaan yang beredar
harus “beradab” dan bukan bacaan cabul.
Secara tekstual
dan naratif, Layar Terkembang
sebetulnya adalah novel yang sangat mudah dipahami dan cenderung “populer”. Akan
tetapi, karena yang menerbitkan novel ini adalah Balai Pustaka sehingga Layar
Terkembang menjadi novel beradab dibandingkan karya-karya yang diterbitkan
di luar Balai Pustaka, Novel Melayu Tionghoa, misalnya. Artinya, pengaruh
penerbit pada masa tersebut sangat mempengaruhi novel dan cerita yang
diproduksi dan konsumen yang membacanya.
Sekitar satu tahun
sebelum Layar Terkembang terbit, STA
mencetuskan ide yang berani soal arah kemajuan budaya bagi Indonesia. STA pada
tahun 1935 dengan tegas menyebutkan, Barat,
ke Baratlah, Indonesia harus melihat dan belajar jika ingin maju. STA
melontarkan idenya itu pada usia 27 tahun. STA menganggap nilai-nilai Barat
seperti individualis, materialisme, dan egoisme sebagai sesuatu yang penting
sebagai api. Pokok-pokok pemikiran STA bukan hanya mengguncang masyarakat saat
itu. Para pemikir dan budayawan seangkatannya seperti Ki Hajar Dewantara dan
Sanusi Pane menanggapi pemikiran STA seraya mengingatkan STA bahwa Timur adalah
arah kemajuan budaya yang harus dipertahankan Indonesia mendatang. Perdebatan
antara STA dengan para penentangnya dikenal dengan istilah Polemik Kebudayaan.
Pengaruh
pernyataan STA terlihat pada novel Layar
Terkembang. Misalnya, Yusuf, digambarkan sebagai anak pribumi yang pandai,
cerdas, calon dokter tetapi selalu berpakaian ala pelajar Belanda, memakai stelan putih dan mengenakan topi helm
dengan warna senada. Selanjutnya, kita cermati tokoh Soepomo, teman sekerja
Tuti, dia hampir saja meluluhkan hati Tuti yang sudah sangat kuat
“mempertahankan” prinsipnya: lebih baik
tidak menikah daripada mendapatkan suami yang tidak sepadan dan sepaham
hanya karena Soepomo berijazah Belanda, dia pernah sekolah di Belanda.
Dalam novel
tersebut, ecara sadar STA sebetulnya mempunyai polemik tersendiri pada hati
kecilnya. Dengan terang-terangan dia tidak mungkin akan kembali pada kebudayaan
masa lalu yang dikatakannya sebagai takhayul. Ketakhayulan yang dianggap STA
sebagai kemunduran pola pikir bangsa ini tercermin pada kutipan teks berikut
“Sejak dari dahulu, bangsa kita gemar akan sikap menganggap dunia ini sebagai
tiada berarti, fana. Dunia hanya tempat perhentian sebentar. Apa guna
mengumpulkan harta? Apa guna kebesaran dan kemuliaan? Sikap demikian
menyebabkan bangsa kita tiada berdaya?
Dari beberapa
pendapat STA mengenai kebudayaan yang maju harus datang dari Barat, sebetulnya
tidak mutlak dipegangnya juga. Kita akan banyak melihat kutipan pada Layar Terkembang yang menyatakan hal
tersebut. Novel Layar Terkembang
adalah polemik STA sendiri, satu sisi dia merasa dipengaruhi Barat, tetapi di
sisi lain dia juga menyadari bahwa pada kebudayaan Barat ada cela yang tidak
seharusnya ditirunya. Jadi, siapa yang meniru? STA tidak “meniru” apapun dari
Barat, dia hanya memenuhi konvensi yang hanya diposisikan sekadar sumber
inspirasi saja. Tidak lebih.
Setelah membaca artikel ini wawasan saya lebih terbuka akan kebudayaan awalnya pun saya yergilor seperti STA bahwa Indonesia jika ingin maju harus mengikuti budaya kebarat baratan, akan tetapi tidak juga Karana budaya tersebut pun memiliki cela yg tidak harus kita tiru
BalasHapusSetelah membaca artikel tersebut merucut pada polemik kebudayaan yang juga ingin memiliki kemajuan Indonesia dengan cara meniru budaya kebarat baratan dan ada hal buruknya yang tidak untuk di tiru sehingga menjadi polemik dan artikel ini sangat bagus juga membuat wawasan baru untuk saya mengenai budaya dan polemik yang ada
BalasHapusSetelah membaca artikel tersebut saya menjadi lebih paham mengenai polemik yang muncul terhadap kemajuan Indonesia yang mengerucut ke budaya barat baratan dan banyak juga hal yang baik ditiru dan juga tidak untuk diterapkan untuk kemajuan Indonesia
BalasHapusArtikel ini sangat menarik dan saya menjadi paham mengenai polemik terhadap kemajuan Indonesia
BalasHapusSetelah membaca artikel di atas, saya menjadi lebih faham akan kemajuan budaya yang sangat di perlukan di indonesia. Dan artikel tersebut membuka pemahaman baru tentang kemajuan suatu negara itu membutuhkan proses dan pengorbanan. Apapun itu, asalkan tidak merubah kebudayaan yang sudah turun temurun. Ambil baik nya dan buang buruk nya.
BalasHapusartikel yang diatas dapat membukakan pemahaman baru serta meningkatkan minat kemauan bagi generasi muda terhadap kebudayaan indonesia yang menjadi harapan bangsa untuk mengetahui budaya lama dan budaya modern indonesia saat ini.
BalasHapusSetelah membaca artikel diatas saya menjadi lebih memahami tentang polemik atas kemajuan kebudayaan Indonesia yang mana mulai mengerucut kebarat baratan dan tak sedikit pula hal baik yang dapat ditiru namun tak sedikit pula hal buruknya ,tidak meniru akan tetapi sebagai acuan kemajuan peradaban
BalasHapusSetelah membaca artikel ini saya memahami bahwa budaya barat mungkin akan memberikan kemajuan jika diikuti, namun perlu dipilah pilih dengan baik. Selain itu kita sebagai masyarakat indonesia harus tetap menjunjung tinggi budaya indonesia agak tidah hilang.
BalasHapusSetelah membaca artikel tersebut saya menjadi paham akan polemik kemajuan budaya bagi Indonesia dari barat ataupun timur. Menurut STA jika ingin maju harus mengikuti budaya kebarat-baratan. Sedangkan menurut para pemikir dan budayawan seperti ki Hajar Dewantara dan Sanusi Pane bahwa timur adalah arah kemajuan budaya Indonesia yang akan mendatang. Tetapi sebagai bangsa Indonesia kita harus memilah mana yang baik dan yang tidak untuk bangsa kita kedepan nya.
BalasHapusSetelah membaca artikel ini saya menyimpulkan bahwa kesadaran diri untuk bisa menilai mana yang baik dan buruk dalam meniru budaya kebarat-baratan itu penting, apalagi jika mau memajukan budaya Indonesia perlu berhati-hati.
BalasHapussetelah membaca artikel ini wawasan dan pengetahuan saya sedikit lebih terbuka, bahwasan nya memang budaya luar terutama budaya barat meiliki beberapa hal postif yang dapat di adopsi tetapi banyak juga budaya luar pun yang tidak dapat di tiru di khawatirkan memiliki konotasi yang mungkin saja negatif atau kurang baik
BalasHapussetelah membaca artikel ini rasa pendirian saya semakin kuat, selain itu saya jadi dapat ilmu dan wawasan baru dan juga saya jadi tau polemik dan pentingnya kemajuan budaya bagi Indonesia
BalasHapusSetelah saya membaca artikel ini saya bisa mendapatkan pemahaman baru dan saya jadi lebih memahami mengenai polemik di indonesia
BalasHapusArtikel ini dapat memberikan pemahaman baru dan meningkatkan semangat baru pembaca untuk tetap menjunjung tinggi budaya asli indonesia agar tetap lestari.
BalasHapusartikel memberikan pemahaman yang baik, memberikan pendirian yang baik
BalasHapusArtikel ini memberikan pemahaman yang baik dan meningkatkan semangat yang tinggi
BalasHapusArtikelnya sangat bermanfaat, dan menambah wawasan
BalasHapusArtikel ini mengajarkan kita untuk bijak dalam penyerapan, yang artinya tidak semua kebudayaan barat harus di tiru. Ambil positif dan tinggalkan negatifnya, serta sebagai generasi muda yang membawa perubahan bangsa, kita harus memiliki kesadaran terhadap pelestarian nilai-nilai kebudayaan asli di indonesia.
BalasHapusAtrikel ini sangat bermanfaat dan membierikan pengetahuan baru untuk saya
BalasHapusArtikel ini memberikan informasi pemahaman yang berbeda pada setiap orangnya, bermanfaat dan dapat menambah wawasan
BalasHapusArtikel ini sangat sangat bermanfaat dan setelah membaca ini saya menjadi lebih mengerti dan memberikan pengetahuan atau wawasan baru
BalasHapusSetelah membaca artikel diatas, polemik yang tertulis di artikel tersebut sangat cocok jika dikaitkan dengan kondisi anak muda saat ini. Anak muda saat ini lebih mengenal budaya barat dibandingkan kebudayaan indonesia sendiri, memang tidak ada salahnya kita mengenal budaya asing tetapi kita juga jangan sampai lupa indonesia memiliki kebudayaan yang sangat beragam.
BalasHapusDiketahui dari artikel ini, sedari dulu memang ada pemikiran bahwa maju nya bangsa indonesia itu dengan mengikuti budaya barat. Maka dari itu, dampak dari pemikiran tersebut masih berpengaruh di zaman milenial ini. Akan tetapi, kita sebagai rakyat indonesia harus sadar dan meyakin bahwa bangsa indonesia juga memiliki kebudayaan yang beragam dan menarik bagi kaum milenial saat ini.
BalasHapusSetelah membaca artikel diatas saya mengetahui tentang budaya di Indonesia yang mulai ke barat-baratan karena mengikuti perkembangan jaman. Hal tersebut harus diperhatikan juga karena Indonesia memiliki berbagai macam suku dan budaya. Budaya barat yang ditiru harus disesuaikan dengan budaya di Indonesia
BalasHapusartikel ini sangat bermanfaat, menambah wawasan serta memberi pemahaman baru mengenai penyerapan budaya
BalasHapusKomentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapusartikel ini sangat berguna dan bermanfaat , serta dapat menambah wawasan baru mengenai budaya
BalasHapusArtikel ini sangat berguna untuk menambah wawasan tentang budaya
BalasHapusSetelah membaca artikel diatas saya menyimpulkan bahwa STA memiliki pendapat bahwa budaya yang maju itu harus datang dari barat, tetapi dalam budaya barat ada hal yang tidak harus ditiru. yang mana ini memberikan artian bahwa dalam menyikapi budaya barat ambillah ilmu atau budaya yang bisa memajukan Indonesia dan jangan mengambil budaya yang tidak mencerminkan negara Indonesia ( tidak perlu ditiru oleh warga Indonesia )
BalasHapusSetelah membaca artikel ini, Kita harus bisa memilih yang positifnya saja dari budaya barat, dan menjunjung tinggi nilai-nilai budaya indonesia.
BalasHapusartikel ini sangat menarik
BalasHapusSetelah membaca artikel ini saya mendapatkan pemahaman baru dan saya menjadi lebih paham akan polemik kemajuan bagi budaya Indonesia dari barat maupun timur
BalasHapusArtikel yangg sangat detail menjelaskann perihal perbedaan kebudayaan Indonesia dan kebudayaan luar
BalasHapusSetelah membaca artikel ini saya menjadi lebih paham akan polemik kemajuan bagi budaya indonesia , selain itu juga kita harus bisa mengambil sisi positifnya dari budaya barat
BalasHapusArtikel ini menarik, menambah wawasan baru bagi saya
BalasHapusMenambah wawasan dan menarik untuk dibahas
BalasHapusArtikel yang sangat menarik dan mudah di pahami dan juga sangat menambah wawasan
BalasHapusNovel nya sangat menarik, bisa kita simpulkan bahwa terdapat polemik yang terjadi di satu sisi STA dipengaruhi budaya barat tapi di sisi lain ia menyadari terdapat perbuatan cela yang tidak patut ditiru.
BalasHapusSetelah melihat artikel ini menarik sekali untuk lebih dalam di pahami disisilain STA di pengaruhi budaya barat akan tetapi ia juga menyadari perbuatan yang tidak patut di tiru
BalasHapussetelah membaca ini saya menjadi tergerak bahwa kebudayaan indonesia juga harus dikembangkan sampai internasional
BalasHapusartikel yg menarik dan menambah wawasan saya
BalasHapusKomentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapusSetelah membaca artikel ini saya mengetahui tentang STA dan budaya Indonesia yang sedikit ke barat-barat an
BalasHapusstelah membaca artikel ini saya jadi mengerti akan polemik budaya, dan yang dibahas disini juga sangat menarik dan membuat pembaca ingin selalu membaca dan mudah dimengeeti
BalasHapusArtikel ini membuat wawasan saya meluas, serta pendeskripsian novel ini sangat menarik
BalasHapusSetelah membaca artikel ini membuat wawasan saya meluas
BalasHapusDan juga artikel ini pembahasaan sedikit berat (alifiani vedilla putri)
artikelnya memberikan banyak pengetahuan baru, saya menjadi lebih faham akan kemajuan budaya yang sangat di perlukan di indonesia. dan kebudayaan indonesia sangatlah penting.
BalasHapussetelah membaca ini membuat wawasan saya lebih luas ( Syakilla Putri Syahrani )
BalasHapusartikel yg bagus & menarik ( Nazma Zulfa S )
BalasHapussaya banyak mendapatkan wawasan dan pemahaman baru tentang STA dan juga budaya setelah membaca artikel ini
BalasHapussetelah membaca artikel yang sangat menarik ini saya bisa menambah wawasan saya menjadi lebih luas
BalasHapusdari artikel diatas saya mendapat banyak sekali pembelajaran yg berkaitan dengan polemik kebudayan, dari beberapa pendapat mengenai kebudayan yang harus semakin berkembang tentang pemahan budaya yg ke barat baratan, dalam pengambilan ide yg berani demi kemajuan indonesia.
BalasHapusArtikel yang menarik mengenai polemik yang muncul terhadap kemajuan Indonesia mengenai kebudayaan, kebudayaan barat memiliki hal positif dan hal negatif sehingga dengan adanya artikel ini dapat menentukan budaya barat mana yang patut ditiru.
BalasHapusArtikel ini sangat menarik bagi para pembaca,kita menjadi paham kebudayaan indonesia yang harus terus dijaga kelestarianya (kapriansyah arifin)
BalasHapusartikel yang sangat bagus dan menarik, untuk menambah informasi baru untuk kita terutama saya
BalasHapussetelah saya membaca artikel ini yang sangat bagus dan menjadi memahami bahwa budaya barat ini memberi kemajuan
BalasHapusInformasi yg mendidik untuk pengetahuan (Nadzifa kairunnisa pramesti)
BalasHapussangat menarik dan memberikan sejumlah informasi yang baru saya ketahui
BalasHapusArtikel ini membuat wawasan saya bertambah, isinya cukup menarik, dan saya menyukainya
BalasHapusyang saya baca dari artikel ini generasi muda harus bisa memilah dan memilih yang positif maupun negatif dari budaya barat.dan harus bangga serta memajukan budaya Indonesia
BalasHapusartikel yang sangat menarik dan membuat wawasan saya bertambah
BalasHapusdalam artikel tersebut secara sadar STA sebetulnya mempunyai polemik tersendiri pada hati kecil
BalasHapusSetelah membaca artikel ini, saya sadar tak semua budaya yang berasal dari barat maupun timur baik untuk bangsa Indonesia. Tapi dengan adanya artikel ini, saya mendapatkan pemahaman baru mengenai polemik kebudayaan yang memang sempat terjadi di Indonesia pada awal abad ke-20.
BalasHapusArtikel diatas mengajarkan kita bahwa kebudayaan barat tidak harus selalu semuanya ditiru...., cukup ambil baiknya dan buang buruknya ,sebagai warga negara indonesia kita harus tetap dapat mampu untuk melestarikan nilai nilai kebudayaan indonesia.
BalasHapusartikel yang sangat cocok untuk menambah wawasan tentang budaya barat maupun timur yang baik untuk indonesia
BalasHapusArtikel ini sangat menarik dan menambah wawasan
BalasHapusartikel ini memberikan pemahaman yang baru, bermanfaat dan menambah wawasan
BalasHapusArtikel yang sangat membantu pemahaman saya tentang kebudayaan. Termasuk budaya barat maupun budaya Indonesia
BalasHapusArtikel ini memberi pengetahuan bahwa pola pikir dahulu dapat berubah seiring dengan berkembangnya kebudayaan. STA ingin memajukan kebudayaan yang ada di Indonesia, beliau juga ingin memajukan pemikiran zaman dulu agar ada kemajuan seperti di Barat.
BalasHapusArtikel ini sangat bermanfaat dan bisa menambah wawasan kita sebagai anak muda yang belum mengetahui tentang budaya di Indonesia. Banyak pandangan-pandangan yang bisa dijadikan pembelajaran untuk kita.
BalasHapusArtikelnya sangat sangat menarik sekali dengan judul yang menarik ini bisa mnjadi daya tarik juga untuk sipembaca dan juga akan menambahkan pemahaman baru juga ilmu baru dari artikel yang dibuat ini. Terima kasih atas tulisan yang sangat membantu untuk referensi pembelajaran kami
BalasHapusartikel yang sangat menarik dapat menambah wawasan
BalasHapusSetelah membaca artikel ini saya mengetahui bahwa STA ingin memajukan kebudayaan yang ada di negara indonesia selain itu artikel ini sangat bermanfaat bagi wawasan pendidikan kita sebagai anak bangsa indonesia
BalasHapusSangat menarik sekali (shiena)
BalasHapusSetelah membaca artikel ini saya merasa bertambah wawasan kita khusus nya mahasiswa , untuk lebih mengetahui budaya di Indonesia , trimakasih untuk artikel ini karna sangat membantu untuk referensi kita sebagai anak muda ataw mahasiswa .
BalasHapusSangat menarik untuk menambah wawasan mahasiswa
BalasHapusArtikel ini sangat menambah wawasan saya
BalasHapusArtikel yang luar biasa keren bermanfaat
BalasHapusSetelah membaca artikel tersebut saya dapat memahami bahwa budaya barat mungkin akan bisa memberikan kemajuan bangsa dan budaya Indonesia . Tetapi disisi lain kita juga sebagai bangsa Indonesia harus bisa memilah dan memilih mana yang baik dan yang tidak baik untuk bangsa kita kedepannya.
BalasHapusartikel ini dapat saya pahami ,sangat keren dan bermanfaat
BalasHapusSetelah saya membaca artikel ini, yang tersirat dalam rasa dan pemikiran saya yaitu bahwasanya kita dapat memahami budaya barat memungkinkan untuk bangsa Indonesia menjadi maju, tetapi tidak menutup kemungkinan juga, kita harus dapat memilih bahkan memilah, mana yang dapat kita ambil untuk majunya bangsa kita, dan mana yang membuat bangsa kita mengalami hal hal buruk nantinya.
BalasHapusArtikel ini dapat menambah wawasan kita mengenai budaya barat yang bisa membuat bangsa Indonesia maju, tetapi kita juga harus pintar memilah dan memilih apa yang bisa kita contoh dari budaya barat itu sendiri.
BalasHapusArtikel yang sangat menarik, banyak sekali pembelajaran yang berkaitan dengan polemik kebudayaan untuk menambah wawasan saya menjadi luas
BalasHapusmengenai budaya barat tentunya ada nilai positif dannegatif dari budaya barat, oleh karena itu kita harus bisa memilih dan memilah budaya barat yg berdampak positif dan negatif
BalasHapusArtikel ini membuat pengetahuan saya semakin luas sehingga dapat mengenal budaya barat tetapi kita sebagai bangsa Indonesia harus pandai memilah dan memilih sehingga kita dapat mengambil dampak positif nya saja
BalasHapusArtikel ini sangat bermanfaat dan menambah wawasan, saya menjadi paham mengenai polemik yang muncul terhadap kemajuan Indonesia yang condong ke budaya barat-baratan dan banyak juga hal yang baik ditiru dan juga tidak untuk diterapkan untuk kemajuan Indonesia
BalasHapusbanyak pelajaran yg terkandung dalam artikel ini,kita sebagai bangsa indonesia harus lebih lagi dalam memilah dan memilih budaya barat,karena ada sisi positif maupun negatif
BalasHapusDengan adanya artikel ini bisa memudahkan pembaca karena dapat dibaca di mana saja
BalasHapusDalam polemik budaya pada layar terkembang, pemikiran yang digagaskan oleh STA, Ia berpikir dalam nilai kolonialisme ada yang harus dicontoh tetapi harus pintar hal dalam memilahnya, sehingga mungkin adanya strategi sehingga menimbulkan polemik saat itu, cukup sulit dipahami tetapi harus lebih dalami, kita sebagai pembaca sekilas supaya bisa memvalidasi hal yang belum terpecahkan oleh nalar sang pengarang oleh kita sebagai pembaca
BalasHapusArtikel ini dapat memperluas wawasan mengenai polemik atas kemajuan Indonesia. STA memiliki pemikiran tersendiri yaitu ia menginginkan kebudayaan agar bisa maju seperti Barat. Namun, hal-hal yang berbentuk "kemajuan" tidak selalu berasal dari Barat, melainkan dapat berperan sebagai sumber inspirasi saja.
BalasHapusSangat bermanfaat. Terlebih membahas mengenai karya-karya Sutan Takdir Alisyahbana, salah satunya Layar Terkembang ini. Polemik mengenai kebudayaan yang harus dari barat dan sebaliknya yang sebetulnya tidak mutlak juga dipegangnya. Tetapi STA tidak “meniru” apapun dari Barat, dia hanya diposisikan sekadar sumber inspirasi saja.
BalasHapusArtikel yang menarik & bermanfaat sekali. Membuka pandangan saya tentang memajukan bangsa ini tidak melulu meniru akan tetapi hanya dijadikan inspirasi saja dan kita memiliki cara tersendiri yang unik.
BalasHapusartikel menarik dan sangat bermanfaat untuk kita sebagai generi muda, kita dapat memajukan bangsa ini, tentang budaya barat itu ada sisi positif dan negatifnya. tidak dengan meniru melainkan jadikan sumber inspirasi.
BalasHapusbudaya kita yang beraneka ragam kemudian masuk budaya barat yang membawa sisi positif juga negatif kita sebagai anak muda harus bisa mempertahankan budaya sendiri di era budaya barat yang semakin menyebar,boleh memperjari budaya lain tapi jangan lupa akan budaya sendiri
BalasHapusBudaya bukan hanya sekadar kebiasaan dan adat, tapi juga pikiran dan adab.
BalasHapusArtikel yang menarik, budaya barat memang membawa pengaruh yang besar maka dengan itu kita sebagai anak muda harus dapat memilah mana yang baik dan tidak untuk kita.
BalasHapusBudaya barat tidak sepenuhnya membawa pengaruh negatif/buruk, tergantung bagaimana kita menyikapinya. Itulah sebabnya critical thinking diperlukan.
BalasHapusPara remaja tidak ingin ingin dikatakan kuno, kampungan kalau tidak mengikuti cara berpakaian ala barat karena dinilai modern, tren dan mengikuti perkembangan zaman. Selain cara berpakaian dan mode, tetapi hanya menjadi masyarakat yang konsumtif tidak produktif di kalangan remaja menjadi masalah bagi kebudayaan di Indonesia. Umumnya kalangan remaja Indonesia berperilaku ikut-ikutan tanpa selektif sesuai dengan nilai-nilai agama yang di anut dan adat kebiasaan yang mereka miliki dan itu biasanya berasal dari media sosial yang mereka lihat.
BalasHapusKita sebagai orang dewasa harus bisa membedakan mana yang baik dan mana yang buruk, budaya barat juga ada yang baik untuk di contoh dan ada yang tidak baik.
BalasHapusArtikel yang membuka wawasan bagi para generasi 2000 yang mungkin sudah jarang mengetahui karya-karya lama. Penulisan yang naratif membuat artikel ini menarik dan memberi pengaruh terhadap 0embaca untuk menelusuri karya sastra lama lebih jauh. Sehingga dampak positif yang dihasilkan sangat baik sekali selain memberi pengetahuan yang cukup juga sekaligus mempertahankan sejarah yang ada.
BalasHapusArtikel ini memiliki pesan-pesan yang menunjukkan rasa semangat kaum muda untuk membawa perubahan dengan memilih mana hal yang bisa membawa perubahan ke arah lebih baik dan mana yang tidak.
BalasHapusSetelah membaca artikel ini pengetahuan saya bertambah, apalagi mengenai karya sastra Indonesia yang cukup penting pada zamannya. Penerbitan novel Balai Pustaka juga menunjukkan bahwa terdapat pengaruh besar penerbit terhadap produksi dan konsumsi karya sastra di Indonesia. Bahkan secara tekstual dan naratif, novel ini mudah dipahami dan cenderung populer.
BalasHapusArtikel ini memberikan pengetahuan yang baru yaitu budaya barat tidak selalu berdampak negatif,nyatanya terdapat dampak positif yang dapat kita ikuti.
BalasHapusArtikel ini membuka pola pikir kita mengenai budaya barat. Ada pengaruh yang baik dan juga tidak. Bukan hanya untuk ditiru, tapi dijadikan sebagai sumber inspirasi.
BalasHapusArtikel ini membuka wawasan saya tentang polemik budaya yang terjadi pada masa itu, memang budaya barat memiliki pengaruh yang signifikan akan tetapi kita sebagai bangsa Indonesia harus dapat memilah dan memilih mana yang baik dan buruknya. Maka dari itu dari artikel ini kita dapat tahu bahwa kita sebagai bangsa Indonesia harus memiliki pandangan kritis untuk kemajuan bangsa Indonesia kedepannya.
BalasHapusKomentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapuspenulisan dengan topik topik yang menarik dan tentunya menambah pengetahuan pada topik tentang polemik budaya. dimana STA sang penulis berbicara tentang arah kemajuan budaya indonesia yang mencetuskan sebuah ide pemikiran bahwa indonesia itu harus melihat arah barat dengan menganggap individual, material serta egoisme itu penting yg membuat pertengangan para budayawan lainnya mengingatkannya.
BalasHapusPolemik budaya pada masa itu memang kental dengan pengaruh kebudayaan barat. Pada karya tulis tersebut kita diajarkan bahwa sebagai bangsa yang besar kita harus memfilter semua itu untuk kemajuan bangsa Indonesia.
BalasHapusMenurut saya, STA ingin menunjukkan bahwa tidak selalu kita harus mengikuti budaya timur, ada juga sisi budaya barat yang bisa kita ambil untuk kemajuan budaya, dan tentunya kita harus memilah semua itu.
BalasHapusDengan membaca artikel ini, saya mengetahui bahwa saya tidak bisa menilai orang lain dengan fisik nya saja. Melainkan masih banyak dampak positif yang ada pada mereka.
BalasHapusArtikel sangat keren
BalasHapus